#WedPrep Ep.2 – Attires, Makeup, and Decoration

Segera setelah fix tanggal dan fix gedung, hal berikutnya yang harus cepet-cepet dibooking adalah Rias Pengantin. Kalo ini nggak pake bingung sih, udah dari dulu memang pengen dibantu sama mba Mia. Anting Wulan ini udah all-in, bisa dilihat paketannya di websitenya. Jadi ini bukan cerita tentang gimana bingungnya milih rias pengantin, tapi cerita gimana labilnya si calon pengantin mau pake baju apa.

September 2016

Hal pertama kali yang ditanyakan pasti: warna.

Nah untuk hal satu ini, aku nggak tau. Biasanya pengantin akan pake warna kesukaannya buat jadi tema pernikahannya, tapi warna kesukaanku sendiri saat itu pink (saat ini merah) dan aku tau diri kalo aku nggak bisa pake warna pink, lol~ Sebenernya ada inspirasi dari pinterest: Navy + Silver. Tapi karena warna biru yang ada enggak ada yang klik sama tone yang aku harapkan, akhirnya kami memutuskan untuk pake warna hijau tosca.

Untuk tema sendiri awalnyaaaa pas pemberkatan pengen pake white wedding gown yang ada ekor panjangnya, trus nanti dress biasa untuk resepsinya. Tapiii, karena bapak saya orang Yogya dan saya nikah sama orang Yogya, kayaknya kok agak gimana kalo ndak ada kesan Jawa nya.. Akhrinya diputuskan oke, resepsinya kita pakai beskap+kebaya. Kenapa enggak dodotan paes ala-ala itu, jawabannya emoh. Aku ndak suka diitem-itemin jidatnya dan kesannya ribet banget, hehehe..

Akhirnya kami mencoba-coba gaun putih ekor panjang dan beskap warna ijo (atau biru) toska yang bahannya bludru biar kekinian. Untuk pengantin prianya jas silver untuk acara di gereja dan beskap di gedung.

Februari 2017

Gara-gara menghadiri pernikahan temen yang pake gaun putih panjang, aku memutuskan untuk nggak jadi pake gaus putih. Hahahahahaha~

Ribet banget bu.. Gaunnya sering keinjek-injek diri sendiri dan orang lain. Buat muter juga susah.

Akhirnya pas fitting kedua kalinya, aku memutuskan pake kebaya putih biasa aja yang simple untuk pemberkatan di gereja. Bawahannya kain batik. Simple, yet elegan. (See?? Very Javanese..) Pengantin pria tetap pake jas silver.

Karena kami rencana ada acara di Jogja nanti (Ngunduh Mantu) dan mamanya G kepengen pake warna hijau muda (or hijau baby) kami memutuskan kalo untuk acara di Semarang nggak jadi pake nuansa warna hijau. Alasan: nanti di foto kelihatan sama. Akhirnya dengan tema yang sama (beskap bludru) kami ganti warna ke putih dan emas.

Dan keputusan ini sudah final ndak ada lagi berubah-berubah sesuai mood.

Warna gold and white inilah yang akhirnya jadi acuan untuk segala hal seperti dekorasi, undangan, seragam petugas, dkk. Nah untuk seragam petugas nih, rencananya juga masih pake paketannya Anting Wulan. Aku sama mama nggak mau repot, udah kasi aja ke pro semuanya. Jadi untuk bagian rias pemberkatan sampai resepsi, rias orang tua, rias among tamu dan jaga buku tamu, dekorasi kamar, pelaminan, mobil, pranotocoro; semuanya akan dihandle oleh Anting Wulan. yeay!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s