#WedPrep Ep.7 – Mengurus Syarat Pernikahan di Catatan Sipil

April 2017.

Tibalah saatnya mengurus hal yang menurut aku paling ribet dari semua urusan persiapan pranikah: administrasi. Kenapa kok aku bilang paling ribet, karena aku sendiri kerja dan berdomisili di luar kota serta dasarnya emang alergi sama urusan administratif pemerintah. Tapi katanya juga, nggak asyik kalo nggak ada cerita-cerita seru mengurus pernikahan dan hal ini adalah proses yang harus dihadapi kan? Jadi ya ini nih ceritanya.

Perlu diketahui kalo aku masih warga Semarang-Jawa Tengah dan G masih warga Sleman – DIY. Jadi ini adalah cerita bagaimana mengurus syarat-syarat pernikahan di catatan sipil yang berbeda provinsi. Rencananya kami akan melakukan pemberkatan di Semarang termasuk pencatatan sipilnya. Nah di Kota Semarang sendiri, pencatatan sipil nggak bisa (lagi) dilakukan setelah pemberkatan (habis pemberkatan trus ngundang petugas capil buat mencatatkan di gereja). Tapi harus melakukan pencatatan sipil di lain hari di Kantor Pencatatan Sipil yang waktunya juga sudah disepakati bersama ketika mendaftar.

As summary, kami perlu ngurus semua syarat di tempat kami masing-masing sesuai KTP untuk nanti dikumpul ke Kantor Capil Semarang. Bedanya, G harus ngurus surat ‘nitip nikah’ dari Kantor Capil Sleman untuk Kantor Capil Semarang. Daripada ribet jelasinnya, kita bikin runtut aja yaa..

Capil (1)

Denger-denger tiap daerah bisa saja syaratnya berbeda. Terutama di level Kelurahan sih, itu bagian yang riskan. Ada beberapa yang cukup sampai di kelurahan, ada yang perlu ke kecamatan (kami dua-duanya harus sampai Kecamatan). Berkas-berkas yang dikumpulkan di Kantor Capil ya surat yang sudah ditanda tangani tadi, fotocopy surat-surat yang sudah dilegalisir, foto, dkk. Detailnya bisa diliat di website Dispendukcapil tujuan (harusnya sih ada).

Kami mengumpulkan berkas tanggal 11 April. Kantornya ramai tapi untuk loket yang pengurusi pernikahan dan perceraian (iya, satu loket) sepi. Yang rame banget bagian e-KTP dan loket legalisir. Kalo lancar kurang dari sejam sudah selesai kok. Paling lama cuman ngiri manual form pendaftaran pernikahan saja yang ada berlembar-lembar. Kalo dari kemarin sih aku nggak langsung selesai, harus balik lagi karena rupanya fotokopi akteku ndak legalisir dan ndak bawa aslinya. wkwkwk.. Satu lagi, nama-nama harus sama persis ya antara KTP, KK, dan Akte. Dari kasus kami sih agak dipersoalkan di bagian nama bapak-bapak kami. Bapakku ada Ir nya di KK (Ir. = Insinyur) Jadi harus bikin pembetulan dulu di loket lain untuk mengeluarkan KK Sementara yang menghilangkan huruf Ir. di bagian nama bapakku. Kalo di G sendiri bagian R (Raden) karena di akte nama bapaknya G ada Radennya. Well, kalo ini ndak masalah sih, cuman ditanyain aja. Overall, ngurus di catatan sipil ndak sulit kok, gampaang..

Bagian Kelurahan – Kecamatannya sih yang agak-agak emosional :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s