#WedPrep Ep.5 – Katekisasi Pra-Nikah

Pasangan yang pernikahannya akan diteguhkan dan diberkati di gereja pasti wajib untuk ikut katekisasi pra-nikah. Setiap gereja berbeda jumlah kelas/pertemuannya, disesuaikan dengan jumlah materi yang ingin disampaikan. Misalnya, di gereja tempat aku beribadah di Jogja ini kelas katekisasi pra-nikahnya bisa sampai 3 bulan dengan intensitas seminggu sekali kelasnya. Untuk rencana pernikahan kami, kami ikut kelas di gerejaku di Semarang. Kebetulan di gerejaku, GKI Beringin, kelas pra-nikahnya dipadatkan menjadi 4 hari yang disebar setiap sabtu-minggu-sabtu-minggu. Sabtunya sore-malam, minggunya pagi-siang. Karena waktunya oke buat kami berdua yang harus bekerja senin-jumat di Jogja (dan nggak mau repot ngurus surat nitip-nitip kelas katekisasi) kami pun ikut kelas katekisasi pra-nikah di Semarang.

GKI Beringin ini rangkaian kelas pra-nikah terdiri dari 8 kelas katekisasi (4 hari, masing-masing 2 sesi) lalu ada konseling pra-nikah. Setelah itu ada pastoral pra-nikah, kemudian gladi resik pra-nikah kalo rencana peneguhan dan pemberkatannya di GKI Beringin. Kelas katekisasi pra-nikah dibuka 2 gelombang per tahun, kami ikut yang kelas Februari 2017 dengan membayar biaya konsumsi sebesar Rp 150.000/pasangan. Nggak semua gereja ada biaya konsumsi sih buat kelas pra-nikah, tapi karena di sini kami dipadatkan dan nerobos jam makan siang/malam makanya ada konsumsinya.

Katekisasi Pra-Nikah

Jujur, aku suka banget sama kelas pra-nikah yang kami ikutin. Materinya nggak cuman membahas pernikahan dari sisi ilahi atau hal-hal umum aja, tapi juga ada tes psikologi komplit sampe materi tentang seks dan anak.

Hari pertama, sesi pertama, kami diingatkan lagi bahwa pernikahan itu pilihan, bukan kewajiban. Ada orang yang memutuskan menikah dan ada yang enggak. Kehidupan manusia seutuhnya nggak diukur dengan apakah dia menikah atau enggak. Cinta itu pilihan dan tanggung jawab. Yap, tanggung jawab. Aku mencintai pasanganku artinya aku bertanggung jawab akan dia. Kami diingatkan lagi tentang isi janji nikah, kaya atau miskin, sehat atau sakit. Sakit nggak cuman sakit badan atau fisik, tapi juga bisa berarti sakit jiwa. Sampai kematian memisahkan, bukan lagi maut karena maut sudah dikalahkan Kristus.

Tentang membangun keluarga dan punya anak, peserta dibukakan berkali-kali (dan diingatkan sih..) bahwa pernikahan itu nggak cuman sebatas punya anak saja. Anak itu bonus, anugrah dari Yang Memberi Hidup. Jadi bukan tolak ukur apakah pernikahan itu komplit apa enggak. Karena jujur, banyak kan yang pernikahannya terasa hampa karena belum hadirnya buah hati di pernikahan mereka. Kami juga diajarkan kalo anak itu titipan Tuhan, bukan sepenuhnya milik kita seumur hidupnya. Bagaiman kita mengurus titipan ini sesuai dengan kehendak Tuhan.

Bab seks dikasi tau ya kayak gimana seks itu serta kelainan-kelainannya, kalo misalnya nanti ditemukan hal yang ‘berbeda’ di hubungan suami istri. Can’t talk about this one that much, ikut sendiri kelasnya dr. Lewi yaa~

Masih banyak materi-materi lainnya, termasuk dari sisi psikologi tentang perbedaan wanita pria sebelum dan sesudah nikah nanti gimana.

Konseling dan Pastoral Pra-Nikah

Konseling dan Pastoral Pra-nikah ini sama-sama sesi khusus bertiga dengan pendeta yang nantinya meneguhkan dan memberkati pernikahan para calon. Bedanya kalo konseling ini ya ngobrol biasa untuk saling mengenal dan tau kenapa kok kami memutuskan untuk menikah. Selain tujuan menikah juga ditanya nanti kehidupan pernikahannya mau gimana dkk. Sesi berjalan santai karena memang cuman ngobrol-ngobrol biasa saja.

Pastoral lebih kepada melihat lagi pandangan menikah dan lika-liku di dalamnya melalui firman Tuhan. Bagaimana firman Tuhan menjelaskan kenapa ada pernikahan dan bagaimana pernikahan itu harusnya berjalan. Ingat kan, pernikahan Kristen itu sekali dan tidak bisa diceraikan. Kami kembali dibukakan hal-hal kecil yang rupanya diatur oleh firman Tuhan.

Gladi Resik Pernikahan

Gladi resik pernikahan ini paling akhir sebelum akhirnya beneran acara. Aku, mulai grogi pas part ini. Kelas katekisasi kami selesai Februari 2017 dan gladi resik bulan Mei 2017. Gladi resik cukup diikuti pasangan calon pengantin dan pendeta saja. Kami diberi tahu tentang urutan liturgi dan maksudnya kenapa kok begini-begitu. Misalnya kenapa kok ketika masuk gedung itu calon pengantin berjalan berdua bergandengan tangan, bukan digandeng orang tua, kenapa kok ortu berdiri di sini trus kemudian pindah sana, lilin dinyalakan trus dst dst.

Namanya gladi resik ya langsung di TKP aka gedung gereja, latihan sujud yang bener biar bagus tampilannya, latihan nyalain lilin, berdiri, berjalan, dkk. Latihan gandengan dan menyematkan cincin.

BIKIN GROGI.

Di level ini aku baru mulai kerasa groginya mau menikah, lol~

Jadi itulah prosesi pra-nikah di gereja. Sekarang tugas kami adalah menghafal janji pernikahan yang mayan panjang juga ternyata. Ohya, untuk syarat-syarat mengajukan pernikahan di gereja maksimal 3 bulan sebelum acara sih. Aku sudah mengajukan sejak Desember 2016, hohoho, supaya nggak keduluan hari dan jamnya. Tentang apa saja syaratnya, sama kok kayak yang dikumpul di catatan sipil. Dokumen-dokumen kopiannya aja. Ditambah surat pengantar dari majelis jemaat gereja asal kalo salah satu calon pengantinnya akan melangsungkan pernikahan di gereja ini, semacam surat nitip kayak dari catatan sipil.

Semoga semuanya lancar dan kami nggak lupa sama isi janji pernikahan kami besok. Semoga ndak grogi~

Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah. (I Kor 11:11-12)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s