Yogyakarta – Surabaya – Semarang

Tanggal 5-6 Mei yang lalu adalah hari libur Nasional. Karena ada 2 hari libur nasional yang jatuh di hari kamis dan jumat, Rakyat Indonesia menikmati extended weekend. Mungkin juga karena pengaruh kepercayaan tertentu juga yang menganggap bulan-bulan ini sebagai bulan yang ‘baik’ untuk punya acara besar, makanya jadi banyak acara + undangan pernikahan. Aku sendiri dapat 3 undangan pernikahan di 3 kota yang berbeda (Surabaya, Bali, dan Semarang). Setelah menimbang dengan skala prioritas, maka aku (dan G) memutuskan untuk menghabiskan long weekend kami di Surabaya dan Semarang. 6 Mei menghadiri pernikahan teman kantor kami di Surabaya, 7 Mei menghadiri pernikahan sodara saya di Semarang.

Persiapan

Perjalanan ke Surabaya menjadi perjalanan terjauhku yang pertama setelah pindah ke Yogyakarta setahun yang lalu. Kami memilih untuk menggunakan kereta api untuk perjalanan Yogyakarta-Surabaya. Acara di Surabaya itu Jumat malam sedangkan Sabtu siang kami sudah harus menghadiri pemberkatan pernikahan di Semarang. Setelah menimbang-memutuskan-salah beli tiket-ngurus refund-kemudian beli tiket lagi, kami memutuskan untuk berangkat ke Surabaya Jumat pagi dan pulang ke Semarang Sabtu pagi.

Kami membeli tiket di Tokopedia karena  waktu itu sedang ada promo diskon tiket kereta api. Total tiket PP adalah Rp 210.000,- belum termasuk diskon Tokopedia 10%. Tiket yang dibeli adalah tiket kereta Sancaka kelas bisnis untuk perjalanan ke Surabaya, dan tiket kereta Ekonomi Maharani untuk perjalanan ke Semarang.

Berangkat ke Surabaya

Kereta Sancaka Pagi berangkat dari Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 06:45 dan berhenti di Stasiun Gubeng Surabaya. Kami berangkat menuju stasiun menggunakan motor. Motor kami rencananya dititipkan di parkiran motor Stasiun Tugu Pintu Selatan. Sebagai pengaman tambahan, G pakai gembok untuk mengunci motornya. Tambahan saja sih menurutku karena nggak semua parkiran ada atapnya dan bisa aja nggak kebagian tempat parkiran yang ada atapnya, mungkin helm bisa dibungkus kresek sebelum dikunci di jok motor 👍🏼

Jujur ini adalah perjalanan kereta api pertamaku di kelas bisnis. Kereta Sancaka bersih banget, nyaman, dingin, dan legaaaa. Keretanya rame dan penuh, mungkin karena long weekend ya.. Mama G kasi bekal nasi ayam buat kami (makasih tante!) tapi kalo misal nggak bawa bekal, bisa beli makanan di dalem kereta yang dijual. Nggak ada hiburan di kereta, hampir semuanya memilih tidur (termasuk G). Karena aku nggak bisa tidur, aku memilih nonton FRIENDS saja dari tablet.

Tiba di Surabaya, Mlaku-mlaku nang Tunjungan

Sampai di Stasiun Gubeng Surabaya kamu memutuskan untuk langsung check-in ke penginapan. Penginapan yang kami pilih ada di daerah Kranggan, dekat Stasiun Pasar Turi karena perjalanan kami besok pagi dari sama.

Mumpung di Surabaya, kami punya niat mulia untuk menjajal Uber 😂😂 Jadi kami punya promo code for the first ride. Kode promonya worth 75.000. Jadi G registrasi akun baru ke Uber, masukin kode promo dan dia dapat 75.000. Untuk perjalanan malam nanti ke resepsi, aku registrasi akun baru dan masukin kode promo dari G. Aku bakalan dapet voucher senilai 75.000 juga. Setelah aku selesai first ride, G akan dapat voucher senilai 75.000 karena code-nya aku pakai. Lumayan kaaannn 😍😍

Perjalanan menggunakan Uber dari stasiun ke penginapan Prime Royal Hotel habis +/- 25.000. Hotelnya bagus dan affordable. Cuman sepertinya kurang di pelayanan aja sih. Kami harus menunggu kurang lebih sejam sebelum akhirnya bisa masuk kamar-kamar yang kami booking, alasannya kamar masih dibersihkan. Tapi masak ya butuh 1 jam lebih. Dan lagi kalo kami nggak nanya apakah kamar-kamarnya sudah siap apa belum, kami nggak dikasi tau dan (mungkin) bakalan dibiarkan di lobi aja sepertinya.

Setelah sampai di penginapan dan check in, kami memutuskan untuk jalan kaki ke Tunjungan Plaza. Ya gitu deh, mall nya guedeeeee yaa. Gara-gara jalan itulah, trackerku bilang aku udah jalan 12.000 langkah hari itu 😂

Kembali ke hotel kami siap-siap menuju ke lokasi resepsi, lagi dengan Uber (dan promonya) 😎 Pulang dari resepsi pun kami kembali menggunakan Uber.

Berangkat ke Semarang

Kereta Ekonomi Maharani berangkat dari Stasiun Pasar Turi pukul 06:00, jadi kami sudah harus check-out pukul 05:00 pagi. Ini adalah pengalaman pertamaku naik kereta ekonomi, ternyata kereta ekonomi leh uga. Kurang sreg sama model tempat duduk yang berhadapan sih, apalagi untuk seat C-D-E yang harus duduk bertiga salam satu bangku, trus berhadapan sama 3 orang lainnya. Mungkin kalo keretanya lagi sepi bisa lebih lega lah ya..

Sampai di Stasiun Tawang Semarang pulul 10:45, kami sudah dijemput papa tercinta. Akhirnya kami pulang dan siap-siap untuk menuju ke pemberkatan pernikahan sodara kami di Gereja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s